Akting adalah usaha menirukan dengan sebaik mungkin suatu karakter/peran dengan segala atribut yang telah ditentukan. Akting tidak melibatkan perasaan pribadi sang aktor/aktris, melainkan melakukan ekspresi-ekspresi yang membangkitkan atau mewakili emosi-emosi tertentu. Dengan demikian, semesta responsiv dalam akting akan berjalan sesuai naskah.
Kualitas akting dapat ditentukan dengan mengamati jurang antara jiwa sang aktor/aktris dengan peran yang dimainkannya. Semakin terpisah, semakin bagus. Tentu saja ini akan semakin terlihat dengan semakin banyaknya peran yang berbeda yang dimainkan aktor/aktris tersebut.
Menurutku bukanlah hal bagus memerankan karakter yang mirip atau sama sekali serupa dengan kepribadian sang aktor/aktris. Pertama, karena itu dapat mengurangi greget dan mengurangi kualitas akting. Kedua, dapat membahayakan jiwa sang aktor/aktris sebab aktivitas emosional yang tidak mendukung selama berakting memengaruhi lebih banyak daripada memerankan karakter yang berbeda dengan jiwa sang aktor/aktris.
Untuk berakting, mempelajari secara baik peran yang akan dimainkan adalah penting dan merupakah hal utama. Dalam berakting, aktor/aktris berada/masuk ke dalam proses MENJADI, bukan MENGALAMI. MENGALAMI adalah kejadian setelah MENJADI.
Hal yang mengurangi kualitas akting antara lain: kurang memahami secara mendalam karakter peran yang dimainkan, kurang berhati-hati saat menyimpan perasaan pribadi saat memerankan karakter peran, emosi pribadi yang sedang kurang stabil, kesehatan tubuh yang sedang kurang fit sehingga sulit berkonsentrasi.
Improvisasi dapat terjadi saat berakting. Dan itu tidak apa-apa selama tidak mengganggu karakter peran dan jalan cerita.
Ada beragam efek yang ditimbulkan setelah berakting, seperti merasa sulit untuk kembali menjadi pribadi yang sebenarnya, atau stres karena terpengaruh oleh apa yang dialami peran yang dimainkan. Untuk itu, teknik-teknik meditasi dan pernafasan biasanya dapat membantu aktor/aktris menenangkan pikiran dan dapat kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.
Berkonsultasi dan memohon bimbingan dari aktor/aktris senior/ahli tentu saja bisa membantu, itu bergantung pada aspek sosial pribadi masing-masing aktor/aktris, dan kemauan belajar, kecuali memiliki tips lain yang telah direncanakan sendiri, seperti mengikuti kelas akting atau bergabung dalam kelompok teater.
Tidak semua aktor/aktris cocok memerankan tokoh-tokoh tertentu, dan seorang aktor/aktris juga tidak selalu cocok memerankan segala macam peran. Itu bergantung pada pengamatan dan biasanya merupakan tugas pengkasting dalam suatu produksi sandiwara. Bisa juga ditemukan oleh sang aktor/aktris sendiri dengan mencoba berbagai macam peran sebagai latihan. Tidak jarang sebuah peran diberikan karena karakter pribadi sang aktor/aktris sendiri yang dirasa cocok dengan salah satu atau keseluruhan atribut karakter sang peran. Lain, bisa juga sebuah peran sampai pada sang aktor/aktris dengan pasal ciri-ciri fisik yang menyerupai tokoh yang dimaksud.
Namun, apapun peran yang diberikan pada aktor/aktris, sebaikanya dimainkan secara baik, seperti yang telah diurai diatas.
Dalam menilai sebuah peran, biasanya aktor/aktris membayangkan memainkan sebuah adegan sang tokoh dalam pikirannya, apabila terlalu jauh dari batas kemampuan dan Koleksi Karakter, atau merasa kurang cocok dan just tidak tertarik, aktor/aktris dapat menolak untuk memainkannya. Namun tentu saja, dengan semakin banyaknya peran yang dimainkan seorang aktor/aktris, akan menambah pengalaman sekaligus ilmu yang lebih tinggi dalam berakting. Tinggal bagaimana aktor/aktris mampu menjalani pekerjaannya dengan bijak.