Dia mungkin bukan pribadi yang paling bijaksana, tetapi dia sahabat yang baik, bukan bagi siapapun yang terlihat dekat dengannya, tetapi dia adalah sahabat bagi siapapun yang mengenalnya. Aku menemukan diriku, justru sebaliknya. Dan menemukan dia sahabat yang baik bagiku. Dia sangat responsiv dalam memberiku pilihan-pilihan baik yang aku miliki. Entah bagaimana dia bisa melihat itu, mungkin dengan cara melihat kebalikan dari yang selama ini aku marah kepada pilihan-pilihan itu. Pada dasarnya kepribadiannya sebagai seorang sahabat, hanya menawarkan pilihan-pilihan baik yang bisa dipilih siapapun yang dia anggap teman.
Kejadian nyata: saat aku mengantarkan berkas lamaran ke sebuah bridal studio, aku menceritakan kejadian konyol yang aku alami hari itu padanya. Responnya mengejutkanku. Dia ketawa dalam pesannya, dan mengatakan bahwa walau begitu kan jadi banyak pengalaman... Hatiku agak terseret-seret, karena itu bukan respon yang benar-benar kuharapkan. Setidaknya dia tidak usah membalas saja. Saat itu, aku tidak melihatnya dari sisi yang baik. Dia bangga melihatku berusaha, setelah semua laporan pesimistik yang sering kucurahkan secara spontan padanya. Dia bangga aku walau untuk sesaat itu saja, tidak memikirkan tentang cara lari dari kehidupanku, dan menjalaninya dengan semestinya. Dalam hal itu dia tidak kurang paham. Tetapi yang penting adalah sikap dari kepribadiannya yang nadimis itu.
Kejadian yang lebih baru tetapi tidak lagi begitu menyeret-nyeret hatiku: karena mati listrik di warnet, aku kehilangan file-file penting yang untuk pertama kali setelah dia mengajarkanku untuk mengunduhnya dari Internet. Kemudian aku menceritakan padanya. Malam harinya, dia mengirimiku pesan bahwa dia sudah mengunduhnya, dan menawariku untuk datang dan mengambilnya. Aku benar-benar bahagia, dia melakukan hal yang super. Mungkin baginya itu bukan hal yang besar. Setidaknya kali ini aku bisa melihat kebijaksanaannya sebagai seorang sahabat lebih jelas. Dia, seolah-olah, tanpa sadar, karena dia juga membutuhkan file-file itu, memberiku penghargaan atas usahaku untuk mempraktekkan apa yang telah diajarkannya. Aku gagal melakukannya, kemudian dia memberiku hadiah dengan menyelesaikannya untukku. Lagipula aku tidak yakin aku akan berhasil mengerjakan langkah-langkahnya meskipun menyelesaikannya waktu itu.
Jadi, aku hanya ingin memberitahu bahwa, aku mengenal seorang sahabat.
Saturday, February 14, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment