setiap hari semakin buruk. aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. usaha-usaha untuk tidur setiap malam, sangat melelahkan.
ada lubang du tubuhku. lubang yang besar, yang tidak bisa kututupi. aku seperti bangunan. dan lubang itu membuatku lemah. goyah. rasanya mudah runtuh. sangat tidak enak.
ada sebuah kehidupan yang hilang. obat-obatan menarikku kembali kedalam tubuhku. menjejakkanku ke bumi. memancangku kebawah. prestasi spiritual yang telah kucapai, terbuang. setidaknya itu harusnya membuatku hidup lebih bijak dalam kemiskinan jiwa.
kuharap selalu ada Tuhan untukku. kuharap begitu.
tidak ada lagi ketakutan yang berlebihan. tidak ada lagi zat-zat yang terbuang dari otakku. tidak ada lagi kesibukan dengan kearifan dari kematian.
yang ada hanya kehidupan baru yang lebih sepi, tetapi cukup. untuk pertama kalinya, aku menjejak ke bumi.
ini sekedar sebuah kejadian yang terjadi padaku. ini tidak membuatku bahagia atau bersedih. setidaknya aku tidak ingin bersedih. ini hanya...terjadi. ini sebuah kehidupan. kehidupan, sama seperti kematian, mereka bukan pilihan, mereka terjadi. satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memandang dengan cara yang benar, hanya agar kita tidak bersedih di kemudian hari.
Saturday, March 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment